Rumus Bujur Sangkar

Bujur sangkar adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang
  • Keliling : Panjang salah satu sisi dikali 4 (4S) (AB + BC + CD + DA)
  • Luas : Sisi dikali sisi (S x S)

Konversi Satuan Ukuran Luas

Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2).
  • 1 km2 sama dengan 100 hm2
  • 1 km2 sama dengan 1.000.000 m2
  • 1 km2 sama dengan 10.000.000.000 cm2
  • 1 km2 sama dengan 1.000.000.000.000 mm2
  • 1 m2 sama dengan 0,01 dam2
  • 1 m2 sama dengan 0,000001 km2
  • 1 m2 sama dengan 100 dm2
  • 1 m2 sama dengan 1.000.000 mm2
Cara Menghitung :
  • 1 hektar / ha / hekto are = sama dengan = 10.000 m2
  • 1 are = sama dengan = 1 dm2
  • 1 km2 = sama dengan = 100 hektar

    Konversi Satuan Ukuran Isi atau Volume

    Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3).
    • 1 km3 sama dengan 1.000 hm3
    • 1 km3 sama dengan 1.000.000.000 m3
    • 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000 cm3
    • 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000.000 mm3
    • 1 m3 sama dengan 0,001 dam3
    • 1 m3 sama dengan 0,000000001 km3
    • 1 m3 sama dengan 1.000 dm3
    • 1 m3 sama dengan 1.000.000.000 mm3
    Cara Menghitung :
    • 1 liter / litre = 1 dm3 = 0,001 m3

      Konversi Satuan Ukuran Berat atau Massa

      Untuk satuan ukuran berat konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Contohnya :
      • 1 kg sama dengan 10 hg
      • 1 kg sama dengan 1.000 g
      • 1 kg sama dengan 100.000 cg
      • 1 kg sama dengan 1.000.000 mg
      • 1 g sama dengan 0,1 dag
      • 1 g sama dengan 0,001 kg
      • 1 g sama dengan 10 dg
      • 1 g sama dengan 1.000 mg
      Cara Menghitung :
        • 1 kuintal / kwintal = sama dengan = 100 kg
        • 1 ton = sama dengan = 1.000 kg
        • 1 kg = sama dengan = 10 ons
        • 1 kg = sama dengan = 2 pounds

          Konversi Satuan Ukuran Panjang

          Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10. Contoh :
          • 1 km sama dengan 10 hm
          • 1 km sama dengan 1.000 m
          • 1 km sama dengan 100.000 cm
          • 1 km sama dengan 1.000.000 mm
          • 1 m sama dengan 0,1 dam
          • 1 m sama dengan 0,001 km
          • 1 m sama dengan 10 dm
          • 1 m sama dengan 1.000 mm
          Cara Menghitung :
          • 1 inch / inchi / inc / inci = sama dengan = 25,4 mm
          • 1 feet / ft / kaki = sama dengan = 12 inch = 0,3048 m
          • 1 mile / mil = sama dengan = 5.280 feet = 1,6093 m
          • 1 mil laut = sama dengan = 6.080 feet = 1,852 km
          1 mikron = 0,000001 m
          1 elo lama = 0,687 m
          1 pal jawa = 1.506,943 m
          1 pal sumatera = 1.851,85 m
          1 acre = 4.840 yards2
          1 cicero = 12 punt
          1 cicero = 4,8108 mm
          1 hektar = 2,471 acres
          1 inchi = 2,45 cm



              Sejarah Pemprograman Bahasa C++

              Sebelum C++ tercipta, ada bahasa pemrograman C yang diciptakan oleh Brian W. Kerighan dan Dennis M. Ritchie sekitar tahun 1972. Sepuluh tahun kemudia, C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup, Laboratorium Bell, AT&T, pada tahun 1983. Bahasa ini bersifat kompatibel dengan bahasa pendahulunya, C. Pada mulanya C++ disebut "a better C". Sebelum akhirnya disebut C++. Sebutan ini diberikan oleh Rick Mascitti pada musim panas 1983. Adapun tanda ++ berasal dari nama operator penaikan pada bahasa C.

              Keistimewaan pada C++ adalah karena bahasa ini mendukung pemrograman yang berorientasi obyek (OOP: Object Oriented Programming). Tetapi tetap saja C++ adalah bahasa pemrograman yang bersifat hibrid, bukan bahasa murni yang berorientasi obyek. Karena itulah, pemrograman C pada tahap awal dapat berpindah jalur ke C++ setahap demi setahap.

              Tujuan utama pembuatan bahasa pemrograman C++ adalah untuk meningkatkan produktivitas pemrograman dalam membuat aplikasi. Selain itu, C++ juga dapat mengurangi kekompleksitasan, terutama pada program besar yang terdiri dari 10.000 baris atau lebih.

              Rokok dan Gigi


              Berbagai posting dan artikel mungkin susah banyak yang mengulas tentang rokok dan bahaya yang ditimbulkan. namun disini sayang ingin mengulas efek rokok khusu terhadap kesehatan mulut dan gigi. semuga bermanfaat dan selalu mohon saran dan kesan agar postingan ini makin sempurna.


              mengapa rokok sangat erat kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut? jelas secara gampang bisa dijawab, karena rokok dihisap melalui mulut ( saya rasa ga ada tempat lain untuk menghisap rokok ^^). Secara gampang bisa kita lihat bibir seorang perokok memang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan bibir seorang yang bukan perokok, mengapa?

              Secara umum kita mengetahui rokok yang ada di Indonesia ada 2 jenis, rokok dengan filter dan tanpa filter ( lebih dikenal dengan rokok kretek). Rokok tanpa filter cenderung lebih cepat merubah warna gigi dari pada rokok dengan filter.

              Sekarang mari kita ikuti jejak asap rokok kenapa begitu banyak organ" tubuh yang dirugikan. Saat kita menghisap rokok asap yang keluar dari sebatang rokok menuju rongga mulut, beberapa detik asap rokok dengan jutaan zat" kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok.

              Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

              Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan factor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukund gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.

              Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.
              Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

              Beberapa perawatan memang sangat menganjurkan pada pasien perokok untuk benrhenti merokok untuk sementara waktu, selama dalam proses perawatan. Seperti pasien yang dalam masa pemsangan implan.

              Dapat disimpulkan kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut:

              1. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
              2. Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk.
              3. Kemungkinan kanker pada jaringan mulut sangat besar.
              4. Bau nafas jelas beraroma rokok.
              5. Berubahnya jaringan" dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies.